“Alhamdulillah, kita ditugasi bapak Presiden untuk memastikan minimal hulunya bagus. Hulunya dipastikan supaya anak-anak kita tidak stunting, dipastikan anak-anak kita mendapat gizi.”
Wihaji, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN
SUKABUMI | WARTAKENCANA.ID
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Wihaji bertemu dengan para Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang selama ini telah mendistribusikan Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi sasaran ibu hamil, ibu menyusui, balita non-PAUD (3B) di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat Senin (12/01/2025). Wihaji berdiskusi dengan TPK terkait pelaksanaan pendistribusian MBG 3B di lapangan, termasuk terkait masalah yang dihadapi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Karena ada beberapa tempat ternyata mungkin kemarin ada yang viral, wadah MBG menggunakan kantong plastik, masalah itu karena kita pastikan jangan sampai terulang dan setelah ini saya ke lapangan untuk ngecek beberapa keluarga yang punya risiko stunting”, ungkap Wihaji.
Dia menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 600 ribu kader TPK di Indonesia, di mana 111 ribu kader berada di Jawa Barat dan 6.300 kader di antaranya ada di Kabupaten Sukabumi. Mereka bertugas melakukan pendampingan terhadap keluarga berisiko stunting (KRS). Keberadaan kader pendamping keluarga termaktub dalam Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 Tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis, khususnya Pasal 47.
Pasal tersebut menyebutkan bahwa kementerian penyelenggara urusan pemerintah di bidang kependudukan dan suburusan pembangunan keluarga/lembaga pemerintah non kementerian yang menyelenggarakan tugas pemerintahan di bidang pengendalian penduduk dan penyelanggaraan keluarga berencana (KB) mendayagunakan kader pendamping keluarga untuk distribusi MBG kepada sasaran 3B, dan edukasi pola konsumsi pangan sehat di tingkat keluarga.
“Alhamdulillah, kita ditugasi bapak Presiden untuk memastikan minimal hulunya bagus. Hulunya dipastikan supaya anak-anak kita tidak stunting, dipastikan anak-anak kita mendapat gizi,” ucapnya.
Bupati Sukabumi Asep Japar yang hadir mendampingi Wihaji mengaku menyambut baik kunjungan Menteri Wihaji beserta jajaran. “Kehadiran Pak Menteri menjadi semangat baru dalam upaya pengentasan stunting di Kabupaten Sukabumi. Kami optimis, Kabupaten Sukabumi mampu menekan angka stunting secara signifikan dan mampu mewujudkan keluarga-keluarga berkualitas,” ucapnya. (NJP)

