Kepala BKKBN Sebut Data Stunting Terbaru Masih Menunggu Sinkronisasi

Antara quick count dan real count itu belum dekat, jadi sabar dulu sedikit, minimal sampai Mei 2024.

Hasto Wardoyo, Kepala BKKBN

JAKARTA | WARTAKENCANA.ID

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo menyebut bahwa data stunting terbaru masih menunggu sinkronisasi antara penghitungan di pos pelayanan terpadu (Posyandu) dan Survei Kesehatan Indonesia (SKI). Ia mengatakan BKKBN bersama seluruh posyandu di daerah terus berkoordinasi untuk memaksimalkan penimbangan agar dapat segera terselesaikan.

“Sekarang data stunting masih belum sinkron, antara yang dikumpulkan oleh posyandu dengan data dari SKI. Kalau yang dikumpulkan di posyandu menyatakan bahwa stunting-nya sudah rendah, tetapi yang dari SKI stunting turunnya masih di atas 20 persen,” kata Hasto saat ditemui di Jakarta, Selasa (2/4/2024).

“Yang dari penimbangan posyandu, di bulan April ini lebih ditingkatkan lagi, Mei nanti  insyaallah sudah lebih dari 95 persen,” ujar dia.

Ia menyebutkan data penimbangan di posyandu sama halnya seperti real count atau penghitungan secara menyeluruh, sedangkan data survei layaknya quick count atau hitung cepat.

“Antara quick count dan real count itu belum dekat, jadi sabar dulu sedikit, minimal sampai Mei 2024,” ucapnya.

Hasto juga mengapresiasi peran tim pendamping keluarga (TPK) yang selama ini telah mendampingi keluarga berisiko stunting dan memaksimalkan peran posyandu untuk mencegah anak terlahir stunting.

Ia juga berkomitmen akan mengusulkan penambahan honor bagi TPK di DKI Jakarta, yang dinilai telah bekerja keras dalam membantu percepatan penurunan stunting. “DKI ini lebih tinggi dari provinsi lain (anggarannya), jadi uangnya cukup, APBD-nya besar, saya berharap TPK, kader lebih baik, kalau di luar DKI paling Rp300 ribu, kalau DKI, saya berharap bisa Rp500 ribu atau lebih,” kata Hasto Wardoyo.(N)